secara gak sengaja kemarin waktu surfing di internet nemuin tulisan dibawah ini
DIBACA,RESAPI,DAN RENUNGKAN
pada suatu hari..
Ada seorang kakek tua yang sedang duduk bersama anaknya yang sudah mapan di teras..
Kakek itu menunjuk ke danau sambil bertanya kepada anaknya “Nnak, itu burung yang bersayap putih burung apa??” Tanya sang ayah.
Sang anak menjawab “Itu burung bangau yah..”
Tak lama kemudian sang kakek bertanya lagi “Nak, burung yang sedang berduaan itu burung apa??” Tanya Sang ayah.
Sang anak menjawab dengan Marah..
“Itu Juga sama.., Itu burung Bangau yah..” Sang ayah terdiam…
Lalu sang ayah bertanya lagi.. “Nak, Burung yang terbang itu burung apa??”
Dengan kesal sang anak menjawab “Itu Burung bangau, semua burung di danau itu burung bangau, masa ayah tidak tahu!!”
Lalu sang ayah pun terdiam, tertunduk dan menangis…
“Dulu, 30 tahun lalu kau bertanya hal yang sama sebanyak 20x, dan aku terus menjawabnya dengan kesabaran. Sekarang aku hanya bertanya padamu 3x dan kamu telah membentakku 2x”
disaat aku tua, bukan lagi diriku yang dulu...
maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku
disaat aku menumpahkan kuah sayuran di bajuku, disaat aku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu...
maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku
disaat aku menumpahkan kuah sayuran di bajuku, disaat aku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu...
ingatlah saat-saat bagaimana aku mengajarimu, membimbingmu untuk melakukannyadi saat
aku dengan pikunnya mengulang terus menerus ucapan yang membosankanmu...
bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku, dimasa kecilmu, aku harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang telah kuceritakan ribuan kali hingga dirimu terbuai mimpi
disaat aku membutuhkanmu untuk memandikanku...
jangan menyalahkannku
ingatkah dimasa kecilmu, bagaimana aku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?
disaat kebingungan menghadapi hal-hal baru...
janganlah menertawaiku
renungkanlah bagaimana aku dengan sabarnya menjawab setiap 'mengapa' yang engkau tanyakan saat itu
disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan...
ulurkanlah tanganmu untuk memapahku
bagaikan dimasa kecilmu aku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan
disaat aku melupakan topik pembicaraan kita...
berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya
sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku, asalkan engkau berada disisiku untuk mendengarkanku, aku telah bahagia
bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku, dimasa kecilmu, aku harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang telah kuceritakan ribuan kali hingga dirimu terbuai mimpi
disaat aku membutuhkanmu untuk memandikanku...
jangan menyalahkannku
ingatkah dimasa kecilmu, bagaimana aku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?
disaat kebingungan menghadapi hal-hal baru...
janganlah menertawaiku
renungkanlah bagaimana aku dengan sabarnya menjawab setiap 'mengapa' yang engkau tanyakan saat itu
disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan...
ulurkanlah tanganmu untuk memapahku
bagaikan dimasa kecilmu aku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan
disaat aku melupakan topik pembicaraan kita...
berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya
sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku, asalkan engkau berada disisiku untuk mendengarkanku, aku telah bahagia
disaat engkau melihat diriku menua, janganlah bersedih...
maklumilah diriku, dukunglah aku, bagaikan aku terhadapmu disaat engkau mulai belajar semua tentang kehidupan
DULU AKU MENUNTUNMU MENAPAKI JALAN KEHIDUPAN INI, KINI TEMANILAH AKU HINGGA AKHIR JALAN HIDUPKU, BUKANLAH HARTA YANG BERARTI UNTUKKU, BERILAH AKU CINTA KASIH DAN KESABARANMU, AKU AKAN MENERIMANYA DENGAN SENYUMAN PENUH SYUKUR...
DI DALAM SENYUMKU INI TERTANAM KASIHKU YANG TAK TERHINGGA PADAMU...
maklumilah diriku, dukunglah aku, bagaikan aku terhadapmu disaat engkau mulai belajar semua tentang kehidupan
DULU AKU MENUNTUNMU MENAPAKI JALAN KEHIDUPAN INI, KINI TEMANILAH AKU HINGGA AKHIR JALAN HIDUPKU, BUKANLAH HARTA YANG BERARTI UNTUKKU, BERILAH AKU CINTA KASIH DAN KESABARANMU, AKU AKAN MENERIMANYA DENGAN SENYUMAN PENUH SYUKUR...
DI DALAM SENYUMKU INI TERTANAM KASIHKU YANG TAK TERHINGGA PADAMU...
Pesan buat para blogger : Buatlah Mereka Bahagia Selama Sisa Waktu Yang Di Berikan TUHAN Untuk Mereka...
Buatlah Mereka Selalu Tersenyum...
Hargailah Waktumu Dengannya...
Karna Mungkin Kamu Akan Terlanjur "Terlambat" Untuk Menyadarinya...
1 komentar:
Gan,, follow blog ane... bocahsmada.gmail.com oke gan????
Posting Komentar